Tuesday, December 27, 2016

PERMASALAHAN SOSIAL DARI SEGI KEMACETAN


TUGAS “ILMU SOSIAL DASAR”

PERMASALAHAN SOSIAL DARI SEGI KEMACETAN


          Kami dari kelompok 3 yang beranggotakan 5 orang,terdiri dari :

1 .       ASRI BAHTIAR                    (21416144)
2.       ANDY MUSHLIHIEN            (20416841)
3.       WILIBRODUS NOBERT      (27416782)
4.       IGNASIUS APRIYANTO      (23416379)
5.       FRIESTIAN HANIF               (22416921)

       Untuk memnuhi tugas dari matakuliah “Ilmu Sosial Dasar” (soft skill) disini kami telah melakukan sebuah penelitian lapangan untuk menyusun sebuah video dalam bentuk CD yang berisi tentang “Permasalahan social dari segi kemacetan”  yang akan kami paparkan kembali dalam bentuk tulisan.

       Dari penelitian lapangan yang kami lakukan yaitu turun kejalanan untuk meneliti dan mencari data-data yang relevan dari segi kemacetan yang terjadi tepatnya di daerah kawasan Cibubur di Jalan Alternatif Cibubur.
     Dari penelitian yang telah kami lakukan maka kami mendapatkan beberapa hal yang menyebabkan kemacetan terjadi disan yaitu :

·         Kurangnya Infrastruktur

Perbandingan antara volume kendaraan yang ada didaerah sini dengan infrastruktur yang masih kurang seimbang sehingga menyebabkan kemacetan yang sangat parah terutama pada pagi dan sore hari, tetapi kerap kali juga terjadi macet  sepanjang hari. Dari segi infrastruktur yang masih kurang didaerah sini mejadi factor utama kemacetan dikarenakan volume kendaraan yang begitu banyak.

·         Kurangnya Budaya mengantri
                   
                  Tidak mau memberikan kesempatan terhadap pengendara lain baik pengendara roda dua maupun roda empat yang hanya mementingkan diri sendiri untuk jalan lebih dahulu tanpa memberikan kesempatan terhadap pengendara lain, terutama pengemudi “kendaraan umum” yang menaikann dan menurunkan penumpang sembarangan.

·           Berhenti Sembarangan
                   
                    Banyak kendaraan umum maupuk kendaraan pribadi baik roda dua maupun ruda empat yang berhenti / parkir sembarangan dipinggir jalan. Padahal sudah terdapat rambu – rambu yang menyatakan untuk tidak berhenti diarea tersebut.

·         Kurangnya Pengaturan Lalulintas


                 Sayang sekali pada saat kemacetan terjadi jarang melihat ada petugas yang mengatur lalulintas ditengah – tengah kemacetan padahal didaerah tersebut terdapat “pos petugas”. Karena kurang ketatnya pengawasan dari para petugas lalulintas sehingga menyebabkan pengendara tidak tertib berlalulintas karena kebanyakan pengemudi hanya taat berlalulintas ketika melihat petugas.

·         Tidak Tertib Saat Putar Arah


                Pada saat para pengemudi yang akan berputar arah biasanya terburu buru tanpa mengantri kendaraan dari arah yang berbeda karena ada orang yang mengatur kendaraan saat putar arah yang kami sebut “Pak Ogah” dengan diberikan sejumlah imbalan uang. Terkadang memang membatu pada saat kendaraan dari arah yang berlawanan berkecepatan tinggi, namun pada saat kendaraan padat para “Pak Ogah” ini mengatur putar arah kerapkali tidak menghiraukan volume kendaraan dari arah yang berlawanan sehingga kerapkali menyebabkan kemacetan panjang.  

·         Kurang Tertib Saat Berkendara

             Pada saat antrian kendaraan panjang, banyak kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang berpindah pindah jalur antrrian dengan tujuan agar bisa melaju dengan lebih cepat, padahal berpindah – pindah jalur sembarangan justru menyebabkan kendaraan melaju lebih lambat.


                     Saran dari kelompok kami adalah Perbaikan infrastruktur sangat diperlukan untuk mengurai kemacetan yang selama ini menjadi tradisi di negri ini, dengan infrastruktur yang memadai bisa mengurangi kemacetan akibat kendaraan putar arah dengan membuat jembatan atau Under pass dan Budayakan tertib berlalulintas meskipun tidak ada petugas yang mengatur lalulintas dan budayakan mengantri sehingga dapat memberi kesempatan kepada pengembudi lain.

                    Kesimpulan yang kami dapatkan yaitu bukan hanya karena volume kendaraan yang dari tahun ke tahun semakin meningkat tetapi juga terdapat beberapa factor penyebabnya seperti yang telah kami paparkan diatas.


Sekian dan Terimakasih.



gunadarma.ac.id

Friday, December 9, 2016

Kesalahan yang sering dilakukan pengendara dijalan tol

Kesalahan  Pengendara di Jalan Tol


Di mata masyarakat, para pengendara motor terkenal suka berkendara sesuka hati dan tidak taat aturan. Ya memang faktanya demikian. Banyak dari para pengendara mobil yang suka menyudutkan perilaku tidak tertib dari para pengendara motor. Tapi seharusnya para pengendara mobil juga berkaca, memangnya mereka sudah sangat tertib?

Dalam hal pelanggaran, memang secara kasat mata para pengendara motor terlihat lebih sering melanggar aturan lalu lintas maupun etika berkendara. Salah satu hal yang menyebabkan para pengendara motor lebih sering terlihat melanggar peraturan adalah karena ukuran motor yang kecil, lincah dan kemudahan pengoperasiannya sehingga juga mudah untuk melanggar peraturan. Tapi sebenernya banyak juga dari para pengendara mobil yang tak luput dari kesalahan melanggar aturan.

Perlu kita tegaskan, bahwa pengendara mobil pun sama hal nya dengan pengendara motor masih banyak yang melanggar aturan. Entah mungkin memang perilaku orang Indonesia yang sudah sangat bebal atau bagaimana. Yang pasti bukan hanya orang yang “tidak” berpendidikan saja yang suka melanggar, banyak juga yang berpendidikan tinggi namun perilakunya tidak mencerminkan kalau dia berpendidikan. Bukan hanya orang miskin saja yang melanggar, banyak para pemilik mobil mewah yang melakukan perilaku menjijikan di jalan. Mungkin udah mental orang Indonesia untuk melanggar.. Karena kata orang kita, "peraturan dibuat untuk dilanggar".

Oke, pada artikel kali ini saya mau menjelaskan beberapa "kesalahn pengendara mobil berkendara di jalan tol".
kami batasi ruang lingkup hanya di tol karena lebih mudah untuk membandingkan kondisi dengan kriteria berhubung banyak rambu-rambu yang terpasang namun tidak ditaati. Pemilik mobil notabene adalah golongan menengah ke atas yang kita yakin mayoritas mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi. Harusnya perilaku mereka mencerminkan orang-orang berpendidikan yang peka terhadap lingkungan dan sesama. Tapi apa faktanya di lapangan? Masih banyak yang ignoran. Nah kali ini coba kami rangkum beberapa kesalahan yg sering dilakukan para pengguna jalan tol.

Buang Sampah Sembarangan.

Entah kenapa perilaku memalukan ini sudah sangat membudaya di Indonesia. Dimana-mana orang buang sembarangan. Naik gunung ninggalin sampah segunung, sampah rumah tangga dibuang di sungai, naik motor buang puntung rokok sembarangan, begitu juga yang naik mobil suka buang sampah seenaknya. Di tol, sejak pintu masuk  saja sudah terlihat. Di area setelah mobil masuk jalan tol akan terlihat banyak sekali struk pembayaran tol yang berserakan di jalan. Bukan, bukan hanya pengendara motuba murah kaya Getz  yang suka sembarangan buang sampah, sering  juga lihat mobil-mobil baru yang bahkan tergolong mewah macam Lexus yang pengemudinya “enggak tahu” akibatnya kalau buang sampah sembarangan. Shame on you, guys!!
Kecepatan Melebihi Batas yang Diperbolehkan.

Ini  sudah sangat jelas  peraturannya. Di tol manapun pasti ada ketentuan batas minimal dan maksimal kecepatan yang diperbolehkan. Kalau minimal seringnya 60 kmh, kalau maksimal ada yang 80 kmh ada yang mengemudi lebih dari 100 km/jam.
Artikel ini sekaligus koreksi buat penulis yang juga kadang berkendara melebihi batas kecepatan yang di perbolehkan. 

Menggunakan Lajur Bahu Jalan
Pasal 23 ayat 2 PP Nomor 8 Tahun 1990 menjelaskan tentang penggunaan lajur bahu jalan tol sebagai berikut:
Lajur bahu jalan dapat digunakan bagi arus lalu lintas dalam keadaan darurat.
Lajur bahu jalan diperuntukan bagi kendaraan yang berhenti darurat.
Dilarang menarik/menderek/mendorong kendaraan dilajur bahu jalan.
Dilarang membuang benda dengan sengaja/tidak sengaja di lajur bahu jalan.
Nah selain keempat itu jelas tidak diperbolehkan.  Namun nyatanya saat ini bahu jalan sering dipakai untuk hal-hal lain yang tidak  boleh.

Salah satu contoh keadaan darurat yang diperbolehkan.
Mendahului Dari Sebelah Kiri Peraturan ini sudah sangat tegas. Sering sekali kita melihat papan peraturan di jalan tol bertuliskan “Dilarang Mendahului Dari Sebelah Kiri”. Sebagai negara yang menganut sistem setir di sebelah kanan, maka bila kita mendahului juga hendaknya dari sebelah kanan. Begitu juga di tol sudah jelas peraturannya. Tapi tetap saja banyak yang mendahului dari sebelah kiri, malah dari bahu jalan.
Tidak Menggunakan Lajur Sesuai Ketentuan

Nah poin 5 ini masih berkaitan dengan poin 4. Dari gambar di atas sudah jelas peruntukan masing-masing lajur di jalan tol. Itu untuk jalan tol yang memiliki 3 lajur, kalau 2 lajur tinggal menyesuaikan saja.  Tapi kenyataannya tidak seperti itu, truk banyak yang memakai lajur 2 padahal termasuk lambat. Jalanan lengang tapi lajur paling kanan dipakai. Bahu jalan sering dipakai, dan lain-lain dan sebagainya.

5 poin di atas cukup untuk menjelaskan kalau tidak hanya pengendara motor yang rutin melanggar aturan, tapi juga para pengendara mobil yang sering menyalahkan pemotor. Artikel ini sekaligus tamparan buat diri kita sendiri agar selalu introspeksi untuk terus menaati peraturan yang telah dibuat pemerintah.

Sunday, December 4, 2016




PERMASALAHAN SOSIAL DIJALAN RAYA



         Sebagai pengguna jalan yang aktif tentu saya sering memperhatikan kenyamanan saat dijalan raya, situasi dijalan raya, ketertiban dijalan raya, perilaku para pengguna jalan rayapun saya sering perhatikan. Disini terdapat beberapa permasalahan social yang mungkin kebanyakan orang menganggap hal ini sudah menjadi kebiasaan, justru karena menganggap kesalahan kesalahan kecil menjadi kebiasaan menyebabkan permasalahan yang bersar.

      Secara umum para pengguna jalan raya baik roda dua maupun roda empat banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran baik itu pelanggaran kecil maupun pelanggaran besar, tetapi dari kebanyakan mereka tidak menyadari bawa sebenarnya mereka telah melakukan pelanggaran lalulintas sebagai pengguna jalan raya. 
     
         Untuk contoh kecilnya saja misalnya dalam hal antri dipersimpangan atau lampu merah, ada banyak pengendara yang tidak sabra mengantri giliran jalan dilampu merah, bahkan karena tidak sabra menunggu giliran jalan, banyak pengendara yang nekad menerobos lamppu merah dengan anggapan pengejar waktu. Biasanya hal itu dilakukan ketika kendaraan tidak begitu ramai, padahal pada saat seperti itu tingkat bahaya sangat tingi diarenakan bila ada kendaraan dari arah yang mendapat giliran jalan dengan kecepatan tinggi akan menyebabkan kecelakaan yang tak bisa dihindari. Begitupun pada saat ramai kendaraan, karena merasa lama mengantri giliran akhirnya memaksakan diri menerobos jalan padahal belum mendapat giliran jalan sehingga menyebabkan kendaraan satu sama lain tidak bisa bergerak sehingga menrbabkan kemacetan yng lebih parah.

             Selain di pertigaan atau perempatan masih banyak lagi yang lainnya, misalnya pengendara mobil pada saat kendaraan ramai. Sipngendara merasa jalur antriannya lama tidak mendapatkan giliran jalan atau merasa jalur kendaraannya lebih lambat disbanding denga jalur lainnya sehingga sipengenmudi tersebut berpindah pindah jalur dengan tujuan bisa melaju lebih cepat, padaha hal itu kurang tepat disebabkan karena berpindah-pindah jalur akan mengakibatkan antrian kendaraan yang seharusnya melaju perlahan-lahan menjadi berhenti karena adanya pengemudi yang berpindah jalur dan biasanya dilakukan dengan terus menerus karena beranggapan bisa lebih cepat. Padahal hal demikian menyebabkan laju semua kendaraan yang ada dibelakang nya menjdi terhambat.

       
           Sarannya adalah tertiblah berlalulintas dan budayakan mengantri dimanapun, saklipun dijalan raya seperti ini, jika mengantri sudah membudaya maka kehidupan pun akan tertata.